Tuesday, December 21, 2010

Ibu

tak terhitung sudah berapa banyak perhatian dan curah kasih sayang yang engkau kucurkan kepada anak-anakmu....
tak mampu pula materi dapat melunasi tiap tetesan kasih yang kau berikan pada anak-anakmu
ibu...
butiran berlian,kiloan emas dan permata tak dapat untuk menggantinya
ibu...
hanya untaian doa dan pengharapan yang teramat medalam atas anak kepada seorang ibu

Monday, October 25, 2010

SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA
Setiap 28 Oktober kita memperingati hari Sumpah Pemuda dan mungkin sebagian dari kita juga sudah lupa bagaimana bunyi Sumpah Pemuda. Hakikatnya, Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat mendalam bagi bangsa ini, Sumpah Pemuda berisi ikrar bersatu dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa. Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankannya dari segala macam tantangan.
Sudah selayaknya kita bersatu dan memperkuat ikatan satu sama lain agar Indonesia tetap kokoh dan bertahan di tengah krisis global yang mengancam ekonomi negeri ini. Sumpah Pemuda membawa berita baik bahwa sampai saat ini kita masih disatukan oleh tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Persatuan dan kesatuan merupakan langkah dasar kemajuan suatu bangsa.
Hari ini merupakan tahun ke-81 didengungkannya Sumpah Pemuda. Namun, hal yang disayangkan adalah generasi muda Indonesia banyak yang tidak mengerti makna dari sumpah pemuda. Bahkan sebagian generasi masa kini tak hafal dengan poin-poin Sumpah Pemuda yang lahir dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Bertolak dari kenyataan tersebut yang notabene kondisi riil generasi muda kita saat ini. Di satu sisi, ada yang berperilaku ekstrem. Di sisi lain, ada yang asyik dengan prestasi dan profesionalisme yang mereka geluti. Dalam konteks yang demikian agaknya perlu untuk kita renungkan bersama. Perlukah adanya revitalisasi semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928? Lantas apa yang harus kita perbuat? Bagaimana seharusnya generasi muda kita, perlukah wawasan multikultural untuk membendung citra negatif bagi generasi kita?

Friday, October 1, 2010

BAKSOS IMM Kom.FKIP

Sebagai follow up dari kegiatan Masta Tahun 2010 IMM Kom FKIP menyelenggarakan kegiatan baksos. Kegiatan ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Komisariat lain yaitu, IMM Kom.Hukum dan IMM Kom.Kedokteran. Acara ini akan diselengaarakan pada tanggal 16-17 Oktober 2010 di desa Glagah, Tulas, Karangdowo, Klaten jawa tengah Indonesia

BAKSOS IMM Kom.FKIP

Sebagai follow up dari kegiatan Masta Tahun 2010 IMM Kom FKIP menyelenggarakan kegiatan baksos. Kegiatan ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Komisariat lain yaitu, IMM Kom.Hukum dan IMM Kom.Kedokteran. Acara ini akan diselengaarakan pada tanggal 16-17 Oktober 2010 di desa Glagah, Tulas, Karangdowo, Klaten jawa tengah Indonesia

Tuesday, April 27, 2010

HARDIKNAS: Sebuah Ritual ‘tak Bernyawa


Oleh : IMMawati Kristiana

Hari Pendidikan Nasional, hari yang biasa diperingati tanggal 2 Mei oleh para anak didik, pendidik, pejabat, dan mungkin seluruh penduduk negri Indonesia ini. HARDIKNAS diperingati untuk mengenang kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Ajaran ningratnya adalah Ing ngarso Sung Tulodho (di depan memberi teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah membangun karya), Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Itulah tiga kalimat mulia yang senantiasa diajarkan Ki Hajar Dewantara, yang jika diterapkan dalam dunia pendidikan kita pasti akan memberikan suatu pencerahan pada bangsa Indonesia yang saat ini tengah dilanda “kemurungan”.
Mengamati sejarah pendidikan diatas, jelaslah bahwa ruh pendidikan di Indonesia adalah semangat perubahan. Perubahan dari zaman kebodohan menjadi zaman kecerdasan (emosional, intelektual, spiritual), perubahan dari rezim tejajah menjadi rezim terbebaskan, dari rezim kesengsaraan menjadi rezim kesejahteraan, kemakmuran dan ketenangan. Ruh pendidikan adalah perubahan, dan inti dari perubahan adalah suatu kebaikan. Terlepas dari model kebaikan seperti apa yang diharapkan.
Tapi jika kita melihat Indonesia, semangat hari pendidikan nasional masih jauh dari perubahan, ruh pendidikan itu sepertinya masih jauh di kolong langit. Setengah abad kemerdekaan Indonesia pun belum mampu mewujudkannya. Komersialisasi pendidikan lewat mahalnya biaya pendidikan, rendahnya kualitas guru dan dosen, standarisasi nilai UAN yang kemudian menjadi wujud ‘halalisasi’ kecurangan oleh bebarapa sekolah demi memperjuangkan lulus 100 persen, kekerasan di lembaga pendidikan dan banyak kasus lainnya tentu bukanlah wujud dari perubahan itu. Bahkan angka 20 % yang dituliskan dalam APBN pun hanya sekedar menjadi singa di atas kertas. Jumlah itu pun konon jauh lebih kecil dibandingkan uang yang di korupsi pejabatnya yang telah menjadikan pendidikan sebagai komoditas politik saja.
Nyawa dari HARDIKNAS seharusnya adalah semangat perubahan itu. Namun jika kita sudah kehilangan hasrat untuk berubah, untuk berbenah, tentu 2 Mei hanya sekedar ritual saja. Cita-cita mulia pendidikan dapat terwujud jika kita terus mendidik diri kita menjadi pribadi yang terpelajar yang menolak dijadikannya pendidikan sebagai komoditas dan menolak segala bentuk penjajahan model baru. Para pendidik adalah aset paling besar. Namun pendidik yang tidak punya semangat perubahan hanyalah seperti mumi, tak bernyawa. Mari kawan masa depan Indonesia ada di tangan kita. Mari semangat mendidik diri kita menjadi manusia selagi masih ada kesempatan. MERDEKA!!!

Thursday, April 22, 2010

Air Mata Yang Diberkahi

*)Muhammad Arifin Ilham
Air mata yang menitik melintasi kedua pipi kita ternyata tidak semata buliran air yang keluar dari kelopak mata, tapi ada rembesan makna penuh hikmah di mata Allah SWT. Bahkan, air mata akan menjadi penyebab hidup seseorang dalam keberkahan.
Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ada dua tetesan (qatrataani) yang dibanggakan dan kelak akan menjadi saksi di hari Pengadilan, yaitu tetesan darah syuhada yang wafat karena menegakkan agama Allah dan tetesan air mata karena bertobat. Dalam kesempatan ini, kita akan mengenali ternyata banyak air mata yang dapat mengundang keberkahan.
Pertama, air amta karena rasa cinta, takut, dan rindu kepada Allah. Air mata ini keluar disebabkan bercampurnya rasa haru dan bahagia karena telah mampu menemukan makna hakikat cinta sekaligus takut kepada Sang Khalik.
Kedua, kerinduan yang mendalam terhadap Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat Radiyallahu anhum. Seseorang yang larut dan terbuai saat bersenandung shalawat, karena berharap dikunjungi Rasulullah SAW dalam setiap mimpinya dan rindu dengan syafaatnya, kemudian air mata menetes maka sungguh air mata ini adalah air mata yang diberkahi. Pada saatnya nanti, air mata itu akan ikut bersaksi dihadapan Allah SWT bahwa orang ini adalah benar umat Rasulullah SAW.
Ketiga, airmata bahagia karena bisa menunjukkan baktinya pada orang tua. Saat mengenang dan menatap wajah orang tua yang dicintai dan disayanginya. Air mata ini akan menjadi saksi dihadapan Allah SWT, dan ia tercatat sebagai anak yang berbakti pada orang tua.
Keempat, air mata tobat, karena ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat. Baik dosa syirik, membunuh, zina, korupsi, atau ingat kepada orang yang pernah disakiti. Seseorang yang menyesali semua perbuatan buruknya dan memohon ampun kepada Allah SWT. Itulah air mata yang diberkahi.
Terakhir, air mata yang diberkahi adalah air mata karena bahagia bisa khusyuk beribadah. Juga karena senang karena bisa berkumpul dengan orang-orang saleh di majlis ilmu dan zikir.
Taken from, Republika, April 10, 2010

Pendidikan Yang Belum Mendidik

Apa gunanya belajar begitu lama dan tinggi, menghabiskan waktu belasan tahun malah sampai dua puluh atau dua puluh lima tahun. Jika ada akhirnya menjadi sarjana pengangguran atau intelektual pengangguran? Tujuan pendidikan nasional adalah ubtuk mendidik generasi bangsa menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun realitasnya, pendidikan kita baru mampu melahirkan generasi yang senang meramaikan mal, plaza, dan tempat-tempat rekreasi. Barangkali, hal itu terjadi karena kita-pemerintah, masyarakat, orng tua, dan guru telah salah dalam mendidik. Jika demikian kita semua harus bertanggungjawab.
Walau semua guru sudah tahu cara melaksanakan proses belajar mengajar yang dituntut oleh kurikulum, tetap saja mereka getol menerapkan metode tradisional atau konvensional –teacher centered, mencatat, berceramah, menghafal, dan murid harus membeo semua yang dikatakan guru. Selain itu, agar nama guru dan sekolah tetap harum , siwa dituntut untuk memperoleh nilai yang tinggi. Kuncinya adalah pembelajaran yang berfokus pada hasil, namun mengabaikan proses. Anak digiring dalam suasana kelas yang membosankan. Sejak ada kebijakan yan g mengharuskan anak mencapai standar kelulusan, maka semua sekolah berlomba-lomba membuat program untuk menjadikan peserta didiknya lulus 100%. Untuk menjaga citra baik sekolah, maka guru, komite sekolah, bahkan orang tua memberikan trik-trik menyontek dan melakukan rekayasa yang jitu. Pada akhirnya, sekolah dengan skor tinggi-tak peduli diraih dengan melanggengkan budaya menyontek_diberi penghargaan. Jika perlu, diberitakan di media massa. Sementara itu, sekolah dengan skor rendah-meski menjujung tinggi nilai kejujuran-memperoleh cibiran dan dicap sebagai sekolah yang telah gagal.
Jika kita sudah mendengar English Club, tak ada salahnya juga bila membentuk klub-klub mata pelajaran. Tak ada ruginya pula membentuk klub berdasarkan hobi dan minat. Juga, menghidupkan aktifitas yang menghidupkan aktifitas yang berbasis life skill. Pekerjaan-pekerjaan seperti berkebun, beternak, dan bertani sudah dipandang sebelah mata oleh generasi muda. Padahal, profesi-profesi itu sangat mulia, menghidupi jutaan orang dan jauh dari KKN. Opini ini hanya mengajak setiap orang untuk melakukan kontemplasi tentang pendidikan yang belum mendidik, yang telah melahirkan generasi yang cemas menjalani hidup

Thursday, March 11, 2010

Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

" Bismillahirrohmanirrohim "
Sejarah
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Sejarah Berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan bagian dari AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) yang merupakan organisasi otonom dibawah Muhammadiyah.

Sesungguhnya ada dua faktor integral yang melandasi kalahiran, yaitu faktor intern dan fakor ekstern. Faktor Intern Dimaksudkan yaitu faktor yang terdapat didalam Diri Muhammadiyah itu sendiri, sedangkan fakor ekstern adalah faktor yang berawal dari luar Muhammadiyah, khususnya umat Islami Indonesia dan pada umumnya adalah seluruh umat dunia.

FAKTOR INTERN, sebenarnya lebih dominan dalam bentuk motivasi idealismse, yaitu motif untuk mengembangkan ideologi Muhammadiyah, yaitu faham dan cita cita Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah pada hakekatnya adalah sebuah wadah oraganisasi yang punya cita-cita atau tujuan yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam , sehingga terwujud masyarakat Utama, adil dan makmur yang diridloi oleh Allah SWT. Hal ini termaktub dalam AD Muhammadiyah Bab II pasal 3. dan dalam merefleksikan cita-citanya ini, Muhammadiyah mau tidak mau harus bersinggungan dengan masyarakat bawah (jelata) atau masyarakat heterogen. Ada masyarakat petani, pedagang, peternakan dan masyarakat padat karya dan ada masyarakat administratif dan lain sebagainya yang juga termasuk didalamnya masyarakat kampus atau intelektual yaitu Masyarakat Mahasiswa.Persinggungan Muhammadiyah dalam maksud dan tuiuannya, terutama terhadap masyarakat mahasiswa, secara teknisnya bukan secara langsung terjun mendakwahi dan mempengaruhi mahasiswa yang berarti orang-orang Mahasiswa, khususnya para mubalighnya ya langsung terjun ke mahasiswa. Tapi
Anggapan Muhammadiyah tersebut lahir pada saat-saat Muhammadiyah bermuktamar ke-25 di Jakarta pada tahun 1936 Yang pada saat itu dihembuskan pula cita-cita besar Muhammadiyah untuk mendirikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan pada saat itu pula Pimpinan Pusat (PP) Yang dipegang oleh KH. Hisyam (periode 1933-1937). Dan pada dikatakan bahwa anggapan dan pemikiran mengenai perlunya menghirnpun mahasiswa Yang sehaluan dengan Muhammadiyah yaitu sejak konggres ke-25 tersebut.

Pada perkembangan keberadaan mereka merasa perlu adanya perkumpulan khusus mahasiswa Yang secara khusus anggotanya terdiri dari mahasiswa Islam. Alternatif yang mereka pilih yaitu bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). bahkan ada image waktu itu yang menyatakan bahwa HMI adalah anak Muhammadiyah Yang diberi tugas khusus untuk membawa mahasiswa dalam misi dan visi yang dimiliki oleh Muhammadiyah, karena waktu itu ditubuh HMI sendiri dipegang oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah yang secara aktif mengelola HMI.

Pada waktu itu Muhammadiyah secara kelembagaan turut mengeloia HMI baik dari segi moral ataupun material. Disinilah sekali lagi bukan.HMI yang turut menelorkan tokoh-tokoh Muhammadiyah tapi sebaliknya bahwa Muhammadiyah yang dulu ikut aktif membesarkan HMI. Mengapa hal itu dilakukan รข?¦.? Jawabannya seperti dikemukakan diatas, yaitu bahwa HMI diharapkan akan tetap konsisten dengan faham keagamaan Yang diilhami oleh Muhammadiyah. Namun pada perkermbangannya dahulu mengalami perubahan-perubahan khususnya yang mewarnai tubuh HMI aliran-aliran Asy'ariyah (cenderung menghidupkan kembali sunnah-sunnah rosul), aliran syi'ah (Yang cenderung mengkultuskan syaidina Ali bin Abi Tholib r.a), Mu'tazilah, nasionalisme, sekularisme, pluralisme lainnya. Sementara dalam Muhammadiyah tidaklah independensi Muhammadiyah ditekankan pada berpendapat namun masib dalam konteks wacana islam masih tetap berideologi Al-quran dan As-sunnah dalam Muhammadiyah tidak mengenal madzab-madzab yang ada seperti madzab Syafi`I, Hambali dan Maliki.

Pada tanggal 18 Nofember 1955 keinginan Muhammadiyah untuk mendirikan PTM ini PP Muhammadiyah melalui struktur kepemimpinannya membentuk departemen pelajar dan mahasiswa yang menampung aspirasi aktif dari para pelajar dan mahasiswa.
Maka pada saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah pertama di Palembang tahun 1956 didalam keputusannya menetapkan langkah kedepan Pemuda Muhammadiyah tahun 1956-1959 dan dalam langkah ini ditetapkan pula usaha untuk menghimpun pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah agar kelak menjadi pemuda Muhammadiyah atau warga Muhammadiyah yang mampu mengemban amanah.

Menjelang Muktamar Muhammadiyah setengah abad di Jakarta tahun 1962 mengadakan kongres Mhasiswa Muhammadiyah di Yogyakarta dan dari kongres ini semakin santer upaya para tokoh Pemuda untuk melepaskan Departemen Kemahasiswaan untuk berdiri sendiri. Pada 15 Desember 1963 mulai diadakan pejajagan dengan didirikannya Dakwah mahasiswa yang dikoordinir oleh : Ir. Margono, Dr. Sudibjo Markoes dan Drs. Rosyad Saleh. Ide pembentukan ini berasal dari Drs. Moh. Djazman yang waktu itu sebagai Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah. Dan sementara itu desakan agar segera membentuk organisasi khusus mahasiswa dari berbagai kota seperti Jakarta dengan Nurwijo Sarjono MZ. Suherman, M. yasin, Sutrisno Muhdam, PP Pemuda Muhammadiyah dll-nya.

Akhirnya dengan restu PP Muhammadiyah waktu itu diketuai oleh H.A. Badawi, dengan penuh bijaksana dan kearifan mendirikan organisasi yang khusus untuk Mahasiswa Muhammadiyah yang diketuai oleh Drs. Moh. Djazman sebagai koordinator dengan anggota M. Husni Thamrin, A. Rosyad Saleh, Soedibjo Markoes, Moh. Arief dll.

Jadi Pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan pencetus nama IMM adalah Drs. Moh. Djazman Al-kindi yang juga merupakan koordinator dan sekaligus ketua pertama. Muktamar IMM yang pertama pada 1-5 Mei 1965 di kota Barat, Solo dengan menghasilkan deklarasi yang dibawah ini:
 IMM adalah gerakan Mahasiswa Islam.
 Kepribadian Muhammadiyah adalah Landasan perjuangan IMM
 Fungsi IMM adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (sebagai stabilisator dan dinamisator).
 Ilmu adalah amaliah dan amal adalah Ilmiah IMM.
 IMM adalah organisasi yang syah-mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku.
 Amal IMM dilakukan dan dibaktikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.

Selanjutnya yang juga termasuk faktor intem dalam melahirkan IMM adanya motivasi atis dikalangan keluarga Muhammadiyah. Dalam upaya mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah baik yang berada di struktural ataupun diluar dan simpatisan, baik yang berekonomi atas, menengah ataupun bawah harus dapat memahami dan mengetahui Muhammadiyah secara general ataupun secara spesifik sehingga tidak muncul kader-kader Muhammadiyah yang radikal (berwawasan sempit). Penegasan motivasi etis ini sebenarnya merupakan interpretasi (pemahaman) dari firman Allah SWT. dalam QS. Al-Imran:104 dan diharapkan kader-kader Muhammadiyah yang khusunya IMM dapat merealisaasikan motivasi etis diantaranya dengan melakukan dakwah amar ma`ruf nahi munkar, Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebajikan dan demi kebaikan.

FAKTOR EKSTERN, yaitu sebagaimana Yang tersebut diatas baik Yang terjadi ditubuh umat Islam sendiri ataupun yang terjadi didalam sejarah pergolakan bangsa Indonesia. Yang terjadi dimasyarakat Indonesia pada zaman dahulu hingga sekarang adalah sama saja, yaitu kebanyakan mereka masih mengutamakan budaya nenek moyang yang mencerminkan aktifitas sekritistik dan bahkan anemistik yang bertolak belakang dengan ajaran Islam murni khususnya dan tidak lagi sesuai dengan Perkembangan zaman.

Pergolakan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) atau Organisasi Mahasiswa periode 50 sampai 65-'an terlihat menemui jalan buntu untuk mempertahankan indpendensi mereka dan partisipasi aktif dalam pasca Proklamasi (era kemerdekaan) RI. hal ini terlihat sejak pasca Konggres Mahasiswa Indonesia pada 8 Juli 1947 di Malang Jawa Timur, yang terdiri dari HMI, PMKRI, PMU, PMY, PMJ, PMKH, MMM, SMI, yang kemudian berfusi (bergabung) menjadi PPMI (Perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia). PPMI pada mulanya tampak kompak dalam menggalang persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa, namun sejak PPMI menerima anggota baru pada tahun 1958 yaitu CGMI yang berkiblat dan merupakan anak komunis akhirnya PPMI mengalami keretakan yang membawa kehancuran. PPMI secara resmi membubarkan diri pada Oktober 1965.

Sebenamya PPMI sebelum membubarkan diri, sekitar tahun 1964-1965 masing-masing organisasi yang berfusi dalam PPMI itu saling berkompetisi dan sok revolosioner untuk merebut pengaruh para penguasa waktu itu, termasuk juga Bung Karno Yang tak luput dari incaran mereka. Hal ini diakibatkan karena masuknya CGMI kedalam PPMI yang seakan mendapatkan legitimasi dari pihak penguasa waktu itu sehingga CGMI (PKI) terlihat besar. HMI pun saat itu juga merevolosionerkan diri menjadi sasaran CGMI (PKI), sehingga HMI hampir rapuh akibat ulahnya sendiri, karena pada saat itu PKI merupakan partai terbesar dan pendukungnya selalu meneriakkan supaya HMI dibubarkan. HMI melihat kondisinya yang rawan tidak tinggal diam, dengan segala upaya untuk mengembangkan sayap dan memperkokohnya, HMI kembali berusaha mendapatkan legitimasi kesana-kemari untuk menangkal serangan dari PKI yang berusaha membubarkannya.

Pada saat HMI semakin terdesak itulah IMM lahir, yaitu pada tanggal 14 Maret 1964. Inilah sebabnya, ada stereotype atau persepsi yang muncul ke permukaan bahwa IMM lahir sebagai penampung anggota-anggota HMI manakala HMI dibubarkan oleh PKI maka IMM tidak perlu lahir. Namun persepsi yang terputar itu tidak rasional dan kurang cerdas dalam menginterprestasi fakta dan data sejarah.Interprestasi Yang benar dan rasional sesuai dengan data dan fakta sejarah adalah IMM salah satu faktor historisnya adalah untuk membantu eksistensi HMI agar tidak mempan atas usaha-usaha yang akan membubarkannya. Sekali lagi bahwa kelahiran IMM untuk membantu dan turut Serta mempertahankan HMI dari usaha- usaha komunis yaitu PKI Yang akan membubarkannya dan sesuai dengan sifat IMM itu sendiri yang akan selalu bekerjasama dan saling membantu dengan saudaranya (saudaranya seaqidah Islam) dalam upaya beramar ma'ruf nahi mungkar Yang merupakan prinsip perjuangan IMM.

Itulah sekilas kelahiran IMM yang sampai sekarangpun masih ada oknum-oknum yang mempersoalkannya (walaupun sudah terbit buku Yang menangkal isu tersebut dengan judul 'Kelahiran Yang Dipersoalkan oleh Farid Fatoni). Dan sekarang kita telah tahu bahwa IMM lahir memang merupakan suatu kebutuhan Muhammadiyah dalam mengembangkan sayap dakwahnya dan sekaligus merupakan suatu aset bangsa untuk berpartisipasi aktif dalam kemerdekaan ini. Karena IMM merupakan suatu kebutuhan intern dan ekstern itu pulalah, maka tokoh-tokoh PP Pemuda Muhammadiyah yang berawal dari HMI kembali keIMM sebagai anak atau ortom Muhammadiyah. Mereka yang dulu turut mengembangkan HMI disebabkan karena IMM belum lahir dan keterlibatan mereka dalam tubuh HMI hanya sebatas mengembangkan ldeologi Muhammadiayah. Dan sampai sekarangpun HMI masih dimasuki oleh kalangan mahasiswa dari berbagai unsur ormas Islam, yang pada akhimya berbeda dengan orientasi Muhammadiyah. Mungkin, untuk menangkal klaim seperti tersebut PP Pemuda Muhammadiyah diatas, adalah bahwa Para aktifis akan berdirinya IMM & NA Yang berusaha mengusahakan berdirinya IMM tidak terlibat dalam aktifitas HMI secara langsung maupun tidak langsung. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah benar-benar murni didirikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yang pada waktu itu diketuai oleh Bapak H.A. Badawi.

Agenda Semarak MILAD IMM KOM. FKIP

SEMARAK MILAD IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KE 46
Agenda Semarak MILAD IMM KOM. FKIP

*Bazar Buku

Tanggal : 12-19 Maret 2010
Tempat : HALL C
Waktu : 08.00-15.00
Penerbit :
o LKiS
o Resist Book
o Suara Muhammadiyah

*Out Bond

Tanggal : 16 Maret 2010
Tempat : Taman Psikologi
Waktu : 08.00-selesai
Acara :

o Games
 Estafet Kelereng
 Formula I ( F I )
 Watering the water
 Lake Drama
o Makan-makan


*Sarasehan Fakultas

Pembicara : Muhibbin (Ex Wakil Dekan III ), Agus Supardi (Ketum IMM FKIP), & Danang Prasetya (Presiden terpilih)
Tanggal : 19 Maret 2010
Waktu : 08.00-selesai
Tempat : Taman FKIP
Tema : Implikasi Student Government Terhadap Mahasiswa

Saturday, March 6, 2010

Kapan lagi ...?




Indah kebersamaan,
Kesepian disini dalam arti yang luas dan positip. ... We Are The World, kebersamaan kita tanpa batas geografis, gender, religious, usia, suku bangsa, ...

Usai Pemilwa...

*oleh kris
UMS baru saja menyelenggarakan Pemilwa, sebuah pesta demokrasi tahunan. Seorang presiden telah terpilih dan kabinet pun akan segera terbentuk.
Student government berangkat dari keterkungkungan mahasiswa zaman ordebaru. Student Goverment atau biasa di singkat SG merupakan sistem pemerintahan mahasiswa yang diadopsi secara apik dan matang oleh punggawa-punggawa muda (baca: mahasiswa) demokrasi ideal. Semangat mahasiswa harus tetap dipertahankan serta prinsip egaliter, keterbukaan, transparan dan check and balance harus tetap menjadi landasan dalam pelaksanaan kepemerintahan mahasiswa.
Student government bisa juga berangkat dari kegelisahan mahasiswa yang sejak awal sudah dibaptis menjadi “agent of change”. Dimana peran mereka juga harus dirasakan oleh masyarakat dan mahasiswa kampus. Peran mereka pulalah yang nanti akan tetap mempengaruhi mau dibawa kemana nasib bangsa kita.
Peran student government dalam wilayah akademis mahasiswa. Mahasiswa harus membaktikan ilmunya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mengawal demokrasi bangsa ini kearah ideal. Dan mahasiswa secara khusus berperan sebagai transformator ke sistem dan penyampai informasi dan kondisi objektif bangsa ke masyarakat bagaimanapun caranya.
Semoga kepemerintahan yang baru terbentuk ini menjadi wadah aktualisasi potensi kepemipinan, wadah aktualisasi, wadah aspirasi serta agregasi kepentingan seluruh mahasiswa UMS.
Demikian juga dengan partai mahasiswa yang sudah mengirimkan kader-kader partainya untuk terus memberikan yang terbaik bagi iklim demokrasi di kampus ini semoga menjadi semangat yang mampu meresonansi setiap nafas juang yang teraktualisasi lewat program-program yang bisa memberikan pendidikan politik pada seluruh mahasiswa.

Adzan

Betapa sering kita mendengar adzan dari menara-menara di kota dan desa: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Betapa sering kita membaca tentang Bilal, seorang keturunan Absyinian, mengumandangkan adzan pertama kalimnya sehingga menggema di Jazirah Arab, ketika Nabi mulai berdakwah dan menghadapi penganiayaan serta hinaan dari ornag-orang terbelakang dan bodoh.


Suara Bilal merupakan sebuah panggilan , seruan untuk memulai perjuangan dalam rangka mengakhiri sejarah buruk bangsa Arab dan menyongsong matahari, pagi yang cerah. Namun apakah kita pernah mnerenungkan apa yang dimaksud dan apa isi dari panggilan itu?


Apakah setiap mendengarkan panggilan suci itu, apakah kita ingat bahwa Allahu Akbar bermakna (dalam bahasa yang tegas)= Berilah sanksi kepada para lintah darat yang tamak itu! Sitalah kekayaan dari para tukang monopoli yang mendapatkan kekayaan dengan cara mencuri!! Sediakanlah makanan untuk rakyat yang banyak! Bukakanlah pintu pendidikan selebar-lebarnya dan majukanlah wanita! Hancurkanlah cecunguk-cecunguk yang membodohkan dan memecah belah umat! Carilah ilmu sampai ke Cina (Bukan hanya Cina zaman dulu, tapi juga sekarang!) Bentuklah majlis Syuro yang mandiri dan biarkan demokrasi yang sebenar-benarnya bersinar!! (Rhaif Khoury)

*Oleh Kris
Source: Islam dan Teologi Pembebasan

Sombong-sombong yang Melongok Ke Luar

Sebenarnya sombong itu bukanlah kemusyrikan yang halus atau tersembunyi ( Syirik khafi/syirik syirri); tetapi ia adalah suatu sifat yang paling nyata, tmpak dan jelas.

Ada satu pengakuan jujur dari seorang kafir bijaksana pemikir Amerika, Benjamin Franklin, “Dalam kenyataan, barang kali, tiada nafsu alamiah yang begitu sulit detikan seperti kesombongan. Diselubungi, dilawan, debekukan, disiksa pun masih juga hidup dan sesekali masih melongok ke luar.

Meskipun kita sedang dalam kerendahan hati, nyatanya dengan perkiraan itu pun kita bisa jadi bangga dengan kerendahan hati kita, tawadhu’ kita. Ah, begitu sukar ternyata untuk tidak sombaong, sampai kerendahhatian kita, tawadhu’ kita pun bisa pada akhirnya menyeret kita untuk menyombongkan ketewadhu’an kita itu.

Ya Allah, hanya Kau yang tahu meeka benar-benar tak sombong. Bantulah kami uantuk menjauhi kesombongan! Sungguh tak ada secuil pun sesuatu yang pantas kami sombongkan. Engkaulah ysng pantas menyandang Yang Mahasombong..

“Bagi-Nyalah kesombongan (Al-Kibriya’) di langit dan di bumi. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (Al-Jatsiyah:37)

Friday, December 11, 2009

PENDIDIKAN???

MAMPUKAH PENDIDIKAN MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN

Beberapa tahun terakhir ini masalah yang mendasar di negeri ini adalah masalah perekonomian. Ekonomi sering kali di artikan negatif di dalam negeri ini yaitu kemiskinan. Kenyataan yang membuat paradigma itu membudaya. anggapan bahwa kebanyakan rakyat dio negri ini benar adanya. Pendidikan yang diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan di negeri ini malah justru memperburuk keadaan." yang miskin makin miskin yang kaya makin kaya itulah yang trjadi di negeri ini.
Pendidikan yang baik dan tepat tentunya dapat memberi pengetahuan dan keterampilan sehingga individu terdidik dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui peningkatan produktivitas serta pemerolehan akses dan sumber daya. Namun, melihat kenyataan dalam penerimaan siswa baru justru menunjukkan ironi atas peran pendidikan dalam memberantas kemiskinan. Dari masing-masing sekolah membarikan harga untuk masuk ke sekolah tersebut. Bahkan terkadang harga itu hanyalah mampu mereka lihat saja tidak berani membayangkan karena besarnya biaya masuk. Hal itu tidak hanya terjadi di tataran universitas saja tetapi dari sekolah paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Jangankan untuk sekolah makan sehari-hari saja mereka harus bener-bener memeras keringat.
Pemerintah mulai mencanangkan progran pendidikan gratis pada ting hanya janji ykatan SD dan SMP akan tetapi hanyaa bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Pendidikan hampir selalu menjadi isu kampanye dan dijadikan strategi pemenangan suara. Namun, saat pemilihan usai lain lagi ceritanya. Anak-anak miskin di perkotaan, pedesaan, dan pedalaman tetap kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan, sekolah-sekolah berlomba meningkatkan sarana dan prasarana dengan menaikkan pungutan. Sebaliknya, di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Dan para siswa harus puas dengan kondisi yang jauh dari layak.
Di pedalaman Kalimantan, NTT, dan Papua sering dijumpai satu sekolah hanya dibimbing satu-dua guru. Dalam daftar ada nama sejumlah guru, tetapi mereka tidak hadir di sekolah. Sementara itu, di perkotaan sejumlah sekolah berlomba berstandar internasional dengan sarana dan prasarana mewah dan keluarga kaya tak berkeberatan membayar jutaan rupiah per bulan, keluarga miskin kebingungan mencari sekolah layak yang terjangkau bagi anak-anaknya. Bagi pekerja dengan upah minimum, berbagai biaya pendidikan (uang sumbangan masuk, uang daftar ulang, uang kegiatan, uang ujian, dan lainnya) yang bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah serasa seperti vonis yang mengukuhkan keberadaan mereka dalam jurang kemiskinan. Melihat kenyataan itu pendidikan seolah-olah hanya untuk mereka yang berkantong tebal.
Program terbaru dari pemerintah adalah dan BOS akan tetapi belum semua rakyat miskin merasakan adanya dana tersebut. Dana BOS yang seharusnya diberikan kepada rakyat justru masuk kedalam kantong-kantong para penguasa di negeri ini.Dimanakah hati nuarani mereka? semua sudah ditutup ketika mereka berkuasa baik hati mata fikitan dan telinga mereka. Program BSE pun hanya mampu di nikmati mereka yang ada fasilitasnya. Bagaimana memanfaatkan program itu ?jikia fasilitas dan kemampuan serta keterampilan kesitu tidak ada ujung-ujungnya duit lagi untuk membeli buku pendamping.

Saturday, November 14, 2009

Negri Para Bedebah

Negeri Para Bedebah


Adhi Masardi


Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Negeri Para Bedebah

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Pahlawan

Pahlawannya masih tertidur ?

Siapa sih sebenarnya pahlawan itu ?banyak orang bilang bahwa pahlawan itu adalah seseorng yang melakukan jasa-jasa patriotik terhadap nusa dan bangsa. Sepertinya gambaran pahlawan saat ini hanyalah sebagai dongeng pengantar tidur. Peringtan hari pahlawan hanya sebatas upacara bendera lalu tabur bunga di taman makam pahlawan.

Taman makam pahlawan yang setiap kali dikunjungi sekarang juga berisi jasad para veterabn pensiunan tentara nasional indonesia. Sementara perjuangan mereka melawan penjajah pun juga tidak jelas. Lalu mengapa mereka juga dimakamkan i taman makam pahlawan, kenapa tidak dimakamkan di tman makam tni, sehingga pemahaman kepahlawanan itu bisa diengerti oleh generasi sekarang. Sebagai contoh ketika merek melihat perjuangan jendral sudirman yang dalam keadaan apapun tetap menumbuhkan semangat juang kepada rakyat pada waktu itu. Hl inilh yang seharusnya dijadikan alat pemicu diri untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan.

Lalu siapakah sosok phlawan sekarang? Apakah pahlawan hanyalah mereka yang telah berjuang mengusir penjajah? Apakah pahlawan hanyalah mereka yang sudah mengantarkan kita melewati pintu kemerdekaan? Apakah setelah itu sudah tidak ada lagi nama-nama yang bisa dimasukkan dalam daftar pahlawan indonesia? Siapa tokoh pahlawan masa kini yng namanya bisa dimasukkan di buku adik-adik sekolah dasar?

Bolehkah menyebut pak tani sebagai pahlawan? Yang dengan sabar menanami berhektar-hektar lahan tidur, meski ketika musim panen tiba, pemerinth justru mengimpor beras dari thailand! Bolehkah menyebut guru-guru honorer kita pahlawan? Yang dengan setia sudah membuat murid-muridnya melek huruf. Meski gajinya dibawah upah minimum regional.

Kita seperti kehilangan visi misi kepahlawanan, diawang-awang, mengambang. Lihat jalanan, lihat birokrasi yang tiap hari membuat peraturn yang tumpang tindih! Peraturan satu menabrak peraturan yang lain! Siapa yang peduli ketika hasil karya seniman kita justru dipatenkan di luar negri? Preman-preman ditangkapi< lalu mau dikemanakan? Apakah mereka tidak bisa disebut pahlawan? Karena mereka adalah ahlawan-pahlawan keluarga. Membiayai orang tua mereka yang renta dengan kepremanannya karena memang tidak ada lapangan kerja! Mengapa pemerintah tindakan tegas pemerintah tidk dibarengi dengan solusi konstruktif sehingga preman-preman hanya menjadi pahlawan kebablasan yang identik dengan kriminal! ( Kris )

Sekolah Kita

Asal-usul Sekolah

Di era digital sekarang ini, sekolah bisa kita jumpai di mana saja. Ada yang terlihat mentereng sampai tampak seperti hotel, ada yang reot karena jatah untuk memperbaiki gedungnya dikorup oleh pejabat yang konon katanya memperjuangkan nasib rakyat dan memprioritaskan pendidikan. Nah, lalu bagaimana sebenarnya awal munculnya sekolah?

Sepanjang sejarah,manusia sudah melakukan aktivita-aktivitas khusus yang memiliki persamaan dalam hal-hal tertentu dengan apa yang berlaku di sekolah-sekolah.

Pendidikan dahulu timbul dari praktek pemujaan dan pemerintahan. Dulu para pendeta merupakan pusat pembentukan guru sekolah. Orang –orang Mesir dan kasta-kasta yang berkuasa memadukan fungsi ulama dan raja yang berkuasa yan gkemudian menghailkan kurukulum inti modern, yaitu ‘art’.

Ada dua akar dalam pembentukan sekolah modern. Yang pertama adalah pengajaran yang dilakukan antar orang-orang yang sederajat. Hal inidilakaukan dengan menularkan kemampuan dan penemuannya kepada orang lain. Akar yang ke dua adalah munculnya ruang kelas dalam masyarakat Summer yang digunakan untuk menampung sekitar 30 orang anak. Hal ini membawa oran gpada spekulasi bahwa ukuran ruang kelas umum di zaman modern mungkin didasarkan atas ruang-ruang kelas dari batu merah dan arsitektur orng-orang Summer.

Sebenarnya, sekolah zaman dahulu hanya bersifat tutorial. Membaca, menulis dan berhitung bisa dilakukan sebagai pertimbangan sampingan.

Contoh sekolah pertama abad pertengahan adalah adanya kontrak antara seorang guru dengan beberapa orang tua untuk mengajar anak-anak remaja mereka selama 3-4 tahun. Peran guru dilakukan oleh kaum Sophist (ahli filsafat). Dan kaum sophist inilah guru bayaran pertama dalam sejarah. Tujuan mereka adalah menjadikan murid-murid mereka orang-orang yang berhasil.

Dari permulaan yang gersang ini, di zaman keemasan yunani, maka berkembanglah system-sistem sekolah di negara-negara jajahan Yunani yang dikembangkan oleh penaklukan Alexander di seluruh dunia. ( Source : Sekitar Eksistensi Sekolah )

REFLEKSI

Wahai kau yang muda, masihkah kau di sana??

Peringatan Hari sumpah pemuda yang akan segera kita jelang adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indosesia. Namun sayangnya, semakin renta negri kita, semangat sumpah pemuda ini seperti sudah kehilangan apinya.

Jika kita lihat masa dulu, pemuda begitu jeli membaca kondisi bangsa. Ketika itu dengan hasrat mereka yang gemilang, mereka memerangi kolonialisme Belanda. Yang kemudian mereka bersatu dari berbagai daerah dan akhirnya mengikrarkan sumpah pemuda dengan gagah.

Jika kita lihat sekarang, pemuda terkhusus mahasiswa, seharusnya memiliki radar sensitive terhadap persoalan-persoalan yang ada di bangsa ini.

Namun entah ke mana tak karuan perginya mereka, sangat mungkin hal ini terjadi seiring mewabahnya penyakit apatisme-hedonisme yang menjangkiti pemuda beberapa tahun terakhir ini. Dan juga bisa dipastikan hal ini terjadi karena adanya penyeragaman berpikir oleh Negara lewat kurikulum dan hubungan belajar mengajar yang merupakan kebijakan mentri yang fasis pada saat itu.

Tugas pokok dalam peperangan pemuda di sector pemuda pada dasarnya adalah menjadikan organisasi pemuda sebagai basis perlawanan, bukan justru mengalihkannya sebagai tempat yang membuat kita merasa elit lantas melupakan apa tugas moral kita sebagai pemuda. ( Kris )

Sebelum kubur mengucap selamat datang

Aku mengucap selamat pagi pada hidup yang jelata

MERDEKA !!!

Pahlawan

Pahlawan Itu Ada di Mana-mana

Dalam Wikipedia Pahlawan diartikan seseorang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Di jaman penjajahan pahlawan-pahlawan itu terlihat begitu ada dan bagi kita itulah pahlawan sesungguhnya.

Di jaman modern, anak-anak lebih mengenal pahlawan di dunia fantasi. Seperti tadi saat saya bertanya tentang pahlawan anak-anak menyebutkan Spiderman, Batman, Catwoman dan sejenisnya. Walau beberapa juga menyebutkan nama pahlawan di uang lembaran.

Jika ditilik lebih jauh, pahlawan-pahlawan di jaman sekarang ada di mana-mana. Tak berbalut senjata atau hal yang menjadi kekaguman anak-anak dan kita semua. Bahkan sebagian kita terkadang tak mengenalnya! Meski sebenarnya ia begitu dekat!

Dimulai di pagi hari! Jika kau melewati jalanan, wanita-wanita tua berseragam oranye (umumnya) sedang membawa sapu dan membersihkan jalanan kota! Kota akan terlihat lebih indah dan asri. Kemudian beralih ke penjaja ilmu. Kita menyebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Tak seberapa uang yang diperoleh (terutama guru di pelosok/bukan PNS). Namun mereka tetap setia berbagi ilmu pada anak-anak.

Di suatu sekolah , banyak sekali pahlawan-pahlawan sejati. Ada seorang ibu yang dengan sangat setia mendampingi anak autisnya. Seorang ibu single parent yang harus mencari uang mati-matian untuk menyekolahkan anaknya.

Belum lagi seorang guru yang sudah mapan namun harus membantu ekonomi orang tuanya. Perjuangan lain banyak sekali, pahlawan-pahlawan yang tak kita kenal yang terkadang kita kurang hargai!

Mengambil lirik lagu Pahlawan Mimpi Nidji

“Jadilah engkau Pahlawan Cinta yang mewujudkan cinta di dunia”

“Jadilah engkau Pahlawan Mimpi yang mewujudkan mimpi yang tertunda….”

Ya mulailah dari diri kita untuk menjadi pahlawan! Tak apa! Untuk diri sendiri!

Ayo kita kampanyekan “jadilah pahlawan bagi orang disekitar kita bukan hanya saat ini karena kebetulan hari pahlawan”.

Friday, October 30, 2009

PROFIL KITA

WR. SOEPRATMAN

WR. Supratman lahir tanggal 9 Maret 1903 beliau pengarang lagu "Indonesia Raya" dan pahlawan nasional. Saudara Soepratman berjumlah enam, lima laki-laki dan satu perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudianmelanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang.

Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi.

Sepulang dari Bandung, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kodisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan. ( Iin )

*Sumber : Wikipedia