Saturday, March 6, 2010
Usai Pemilwa...
UMS baru saja menyelenggarakan Pemilwa, sebuah pesta demokrasi tahunan. Seorang presiden telah terpilih dan kabinet pun akan segera terbentuk.
Student government berangkat dari keterkungkungan mahasiswa zaman ordebaru. Student Goverment atau biasa di singkat SG merupakan sistem pemerintahan mahasiswa yang diadopsi secara apik dan matang oleh punggawa-punggawa muda (baca: mahasiswa) demokrasi ideal. Semangat mahasiswa harus tetap dipertahankan serta prinsip egaliter, keterbukaan, transparan dan check and balance harus tetap menjadi landasan dalam pelaksanaan kepemerintahan mahasiswa.
Student government bisa juga berangkat dari kegelisahan mahasiswa yang sejak awal sudah dibaptis menjadi “agent of change”. Dimana peran mereka juga harus dirasakan oleh masyarakat dan mahasiswa kampus. Peran mereka pulalah yang nanti akan tetap mempengaruhi mau dibawa kemana nasib bangsa kita.
Peran student government dalam wilayah akademis mahasiswa. Mahasiswa harus membaktikan ilmunya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mengawal demokrasi bangsa ini kearah ideal. Dan mahasiswa secara khusus berperan sebagai transformator ke sistem dan penyampai informasi dan kondisi objektif bangsa ke masyarakat bagaimanapun caranya.
Semoga kepemerintahan yang baru terbentuk ini menjadi wadah aktualisasi potensi kepemipinan, wadah aktualisasi, wadah aspirasi serta agregasi kepentingan seluruh mahasiswa UMS.
Demikian juga dengan partai mahasiswa yang sudah mengirimkan kader-kader partainya untuk terus memberikan yang terbaik bagi iklim demokrasi di kampus ini semoga menjadi semangat yang mampu meresonansi setiap nafas juang yang teraktualisasi lewat program-program yang bisa memberikan pendidikan politik pada seluruh mahasiswa.
Adzan
Suara Bilal merupakan sebuah panggilan , seruan untuk memulai perjuangan dalam rangka mengakhiri sejarah buruk bangsa Arab dan menyongsong matahari, pagi yang cerah. Namun apakah kita pernah mnerenungkan apa yang dimaksud dan apa isi dari panggilan itu?
Apakah setiap mendengarkan panggilan suci itu, apakah kita ingat bahwa Allahu Akbar bermakna (dalam bahasa yang tegas)= Berilah sanksi kepada para lintah darat yang tamak itu! Sitalah kekayaan dari para tukang monopoli yang mendapatkan kekayaan dengan cara mencuri!! Sediakanlah makanan untuk rakyat yang banyak! Bukakanlah pintu pendidikan selebar-lebarnya dan majukanlah wanita! Hancurkanlah cecunguk-cecunguk yang membodohkan dan memecah belah umat! Carilah ilmu sampai ke Cina (Bukan hanya Cina zaman dulu, tapi juga sekarang!) Bentuklah majlis Syuro yang mandiri dan biarkan demokrasi yang sebenar-benarnya bersinar!! (Rhaif Khoury)
*Oleh Kris
Source: Islam dan Teologi Pembebasan
Sombong-sombong yang Melongok Ke Luar
Ada satu pengakuan jujur dari seorang kafir bijaksana pemikir Amerika, Benjamin Franklin, “Dalam kenyataan, barang kali, tiada nafsu alamiah yang begitu sulit detikan seperti kesombongan. Diselubungi, dilawan, debekukan, disiksa pun masih juga hidup dan sesekali masih melongok ke luar.
Meskipun kita sedang dalam kerendahan hati, nyatanya dengan perkiraan itu pun kita bisa jadi bangga dengan kerendahan hati kita, tawadhu’ kita. Ah, begitu sukar ternyata untuk tidak sombaong, sampai kerendahhatian kita, tawadhu’ kita pun bisa pada akhirnya menyeret kita untuk menyombongkan ketewadhu’an kita itu.
Ya Allah, hanya Kau yang tahu meeka benar-benar tak sombong. Bantulah kami uantuk menjauhi kesombongan! Sungguh tak ada secuil pun sesuatu yang pantas kami sombongkan. Engkaulah ysng pantas menyandang Yang Mahasombong..
“Bagi-Nyalah kesombongan (Al-Kibriya’) di langit dan di bumi. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (Al-Jatsiyah:37)
Friday, December 11, 2009
PENDIDIKAN???
Pendidikan yang baik dan tepat tentunya dapat memberi pengetahuan dan keterampilan sehingga individu terdidik dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui peningkatan produktivitas serta pemerolehan akses dan sumber daya. Namun, melihat kenyataan dalam penerimaan siswa baru justru menunjukkan ironi atas peran pendidikan dalam memberantas kemiskinan. Dari masing-masing sekolah membarikan harga untuk masuk ke sekolah tersebut. Bahkan terkadang harga itu hanyalah mampu mereka lihat saja tidak berani membayangkan karena besarnya biaya masuk. Hal itu tidak hanya terjadi di tataran universitas saja tetapi dari sekolah paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Jangankan untuk sekolah makan sehari-hari saja mereka harus bener-bener memeras keringat.
Pemerintah mulai mencanangkan progran pendidikan gratis pada ting hanya janji ykatan SD dan SMP akan tetapi hanyaa bergema luas saat kampanye dan pemilihan pimpinan daerah maupun pusat. Pendidikan hampir selalu menjadi isu kampanye dan dijadikan strategi pemenangan suara. Namun, saat pemilihan usai lain lagi ceritanya. Anak-anak miskin di perkotaan, pedesaan, dan pedalaman tetap kesulitan untuk mengakses pendidikan yang layak. Di perkotaan, sekolah-sekolah berlomba meningkatkan sarana dan prasarana dengan menaikkan pungutan. Sebaliknya, di pinggiran kota, pedesaan, dan pedalaman, sekolah tidak bisa mengenakan pungutan karena tidak ada lagi yang bisa dipungut dari masyarakat. Dan para siswa harus puas dengan kondisi yang jauh dari layak.
Di pedalaman Kalimantan, NTT, dan Papua sering dijumpai satu sekolah hanya dibimbing satu-dua guru. Dalam daftar ada nama sejumlah guru, tetapi mereka tidak hadir di sekolah. Sementara itu, di perkotaan sejumlah sekolah berlomba berstandar internasional dengan sarana dan prasarana mewah dan keluarga kaya tak berkeberatan membayar jutaan rupiah per bulan, keluarga miskin kebingungan mencari sekolah layak yang terjangkau bagi anak-anaknya. Bagi pekerja dengan upah minimum, berbagai biaya pendidikan (uang sumbangan masuk, uang daftar ulang, uang kegiatan, uang ujian, dan lainnya) yang bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah serasa seperti vonis yang mengukuhkan keberadaan mereka dalam jurang kemiskinan. Melihat kenyataan itu pendidikan seolah-olah hanya untuk mereka yang berkantong tebal.
Program terbaru dari pemerintah adalah dan BOS akan tetapi belum semua rakyat miskin merasakan adanya dana tersebut. Dana BOS yang seharusnya diberikan kepada rakyat justru masuk kedalam kantong-kantong para penguasa di negeri ini.Dimanakah hati nuarani mereka? semua sudah ditutup ketika mereka berkuasa baik hati mata fikitan dan telinga mereka. Program BSE pun hanya mampu di nikmati mereka yang ada fasilitasnya. Bagaimana memanfaatkan program itu ?jikia fasilitas dan kemampuan serta keterampilan kesitu tidak ada ujung-ujungnya duit lagi untuk membeli buku pendamping.
Saturday, November 14, 2009
Negri Para Bedebah
Negeri Para Bedebah
Adhi Masardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuanganNegeri Para Bedebah
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Pahlawan
Pahlawannya masih tertidur ?
Siapa sih sebenarnya pahlawan itu ?banyak orang bilang bahwa pahlawan itu adalah seseorng yang melakukan jasa-jasa patriotik terhadap nusa dan bangsa. Sepertinya gambaran pahlawan saat ini hanyalah sebagai dongeng pengantar tidur. Peringtan hari pahlawan hanya sebatas upacara bendera lalu tabur bunga di taman makam pahlawan.
Taman makam pahlawan yang setiap kali dikunjungi sekarang juga berisi jasad para veterabn pensiunan tentara nasional indonesia. Sementara perjuangan mereka melawan penjajah pun juga tidak jelas. Lalu mengapa mereka juga dimakamkan i taman makam pahlawan, kenapa tidak dimakamkan di tman makam tni, sehingga pemahaman kepahlawanan itu bisa diengerti oleh generasi sekarang. Sebagai contoh ketika merek melihat perjuangan jendral sudirman yang dalam keadaan apapun tetap menumbuhkan semangat juang kepada rakyat pada waktu itu. Hl inilh yang seharusnya dijadikan alat pemicu diri untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan.
Lalu siapakah sosok phlawan sekarang? Apakah pahlawan hanyalah mereka yang telah berjuang mengusir penjajah? Apakah pahlawan hanyalah mereka yang sudah mengantarkan kita melewati pintu kemerdekaan? Apakah setelah itu sudah tidak ada lagi nama-nama yang bisa dimasukkan dalam daftar pahlawan indonesia? Siapa tokoh pahlawan masa kini yng namanya bisa dimasukkan di buku adik-adik sekolah dasar?
Bolehkah menyebut pak tani sebagai pahlawan? Yang dengan sabar menanami berhektar-hektar lahan tidur, meski ketika musim panen tiba, pemerinth justru mengimpor beras dari thailand! Bolehkah menyebut guru-guru honorer kita pahlawan? Yang dengan setia sudah membuat murid-muridnya melek huruf. Meski gajinya dibawah upah minimum regional.
Kita seperti kehilangan visi misi kepahlawanan, diawang-awang, mengambang. Lihat jalanan, lihat birokrasi yang tiap hari membuat peraturn yang tumpang tindih! Peraturan satu menabrak peraturan yang lain! Siapa yang peduli ketika hasil karya seniman kita justru dipatenkan di luar negri? Preman-preman ditangkapi< lalu mau dikemanakan? Apakah mereka tidak bisa disebut pahlawan? Karena mereka adalah ahlawan-pahlawan keluarga. Membiayai orang tua mereka yang renta dengan kepremanannya karena memang tidak ada lapangan kerja! Mengapa pemerintah tindakan tegas pemerintah tidk dibarengi dengan solusi konstruktif sehingga preman-preman hanya menjadi pahlawan kebablasan yang identik dengan kriminal! ( Kris )
Sekolah Kita
Asal-usul Sekolah
Di era digital sekarang ini, sekolah bisa kita jumpai di mana saja. Ada yang terlihat mentereng sampai tampak seperti hotel, ada yang reot karena jatah untuk memperbaiki gedungnya dikorup oleh pejabat yang konon katanya memperjuangkan nasib rakyat dan memprioritaskan pendidikan. Nah, lalu bagaimana sebenarnya awal munculnya sekolah?
Sepanjang sejarah,manusia sudah melakukan aktivita-aktivitas khusus yang memiliki persamaan dalam hal-hal tertentu dengan apa yang berlaku di sekolah-sekolah.
Pendidikan dahulu timbul dari praktek pemujaan dan pemerintahan. Dulu para pendeta merupakan pusat pembentukan guru sekolah. Orang –orang Mesir dan kasta-kasta yang berkuasa memadukan fungsi ulama dan raja yang berkuasa yan gkemudian menghailkan kurukulum inti modern, yaitu ‘art’.
Ada dua akar dalam pembentukan sekolah modern. Yang pertama adalah pengajaran yang dilakukan antar orang-orang yang sederajat. Hal inidilakaukan dengan menularkan kemampuan dan penemuannya kepada orang lain. Akar yang ke dua adalah munculnya ruang kelas dalam masyarakat Summer yang digunakan untuk menampung sekitar 30 orang anak. Hal ini membawa oran gpada spekulasi bahwa ukuran ruang kelas umum di zaman modern mungkin didasarkan atas ruang-ruang kelas dari batu merah dan arsitektur orng-orang Summer.
Sebenarnya, sekolah zaman dahulu hanya bersifat tutorial. Membaca, menulis dan berhitung bisa dilakukan sebagai pertimbangan sampingan.
Contoh sekolah pertama abad pertengahan adalah adanya kontrak antara seorang guru dengan beberapa orang tua untuk mengajar anak-anak remaja mereka selama 3-4 tahun. Peran guru dilakukan oleh kaum Sophist (ahli filsafat). Dan kaum sophist inilah guru bayaran pertama dalam sejarah. Tujuan mereka adalah menjadikan murid-murid mereka orang-orang yang berhasil.
Dari permulaan yang gersang ini, di zaman keemasan yunani, maka berkembanglah system-sistem sekolah di negara-negara jajahan Yunani yang dikembangkan oleh penaklukan Alexander di seluruh dunia. ( Source : Sekitar Eksistensi Sekolah )
REFLEKSI
Wahai kau yang muda, masihkah kau di sana??
Peringatan Hari sumpah pemuda yang akan segera kita jelang adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indosesia. Namun sayangnya, semakin renta negri kita, semangat sumpah pemuda ini seperti sudah kehilangan apinya.
Jika kita lihat masa dulu, pemuda begitu jeli membaca kondisi bangsa. Ketika itu dengan hasrat mereka yang gemilang, mereka memerangi kolonialisme Belanda. Yang kemudian mereka bersatu dari berbagai daerah dan akhirnya mengikrarkan sumpah pemuda dengan gagah.
Jika kita lihat sekarang, pemuda terkhusus mahasiswa, seharusnya memiliki radar sensitive terhadap persoalan-persoalan yang ada di bangsa ini.
Namun entah ke mana tak karuan perginya mereka, sangat mungkin hal ini terjadi seiring mewabahnya penyakit apatisme-hedonisme yang menjangkiti pemuda beberapa tahun terakhir ini. Dan juga bisa dipastikan hal ini terjadi karena adanya penyeragaman berpikir oleh Negara lewat kurikulum dan hubungan belajar mengajar yang merupakan kebijakan mentri yang fasis pada saat itu.
Tugas pokok dalam peperangan pemuda di sector pemuda pada dasarnya adalah menjadikan organisasi pemuda sebagai basis perlawanan, bukan justru mengalihkannya sebagai tempat yang membuat kita merasa elit lantas melupakan apa tugas moral kita sebagai pemuda. ( Kris )
Sebelum kubur mengucap selamat datang
Aku mengucap selamat pagi pada hidup yang jelata
MERDEKA !!!
Pahlawan
Pahlawan Itu Ada di Mana-mana
Dalam Wikipedia Pahlawan diartikan seseorang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Di jaman penjajahan pahlawan-pahlawan itu terlihat begitu ada dan bagi kita itulah pahlawan sesungguhnya.
Di jaman modern, anak-anak lebih mengenal pahlawan di dunia fantasi. Seperti tadi saat saya bertanya tentang pahlawan anak-anak menyebutkan Spiderman, Batman, Catwoman dan sejenisnya. Walau beberapa juga menyebutkan nama pahlawan di uang lembaran.
Jika ditilik lebih jauh, pahlawan-pahlawan di jaman sekarang ada di mana-mana. Tak berbalut senjata atau hal yang menjadi kekaguman anak-anak dan kita semua. Bahkan sebagian kita terkadang tak mengenalnya! Meski sebenarnya ia begitu dekat!
Dimulai di pagi hari! Jika kau melewati jalanan, wanita-wanita tua berseragam oranye (umumnya) sedang membawa sapu dan membersihkan jalanan kota! Kota akan terlihat lebih indah dan asri. Kemudian beralih ke penjaja ilmu. Kita menyebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Tak seberapa uang yang diperoleh (terutama guru di pelosok/bukan PNS). Namun mereka tetap setia berbagi ilmu pada anak-anak.
Di suatu sekolah , banyak sekali pahlawan-pahlawan sejati. Ada seorang ibu yang dengan sangat setia mendampingi anak autisnya. Seorang ibu single parent yang harus mencari uang mati-matian untuk menyekolahkan anaknya.
Belum lagi seorang guru yang sudah mapan namun harus membantu ekonomi orang tuanya. Perjuangan lain banyak sekali, pahlawan-pahlawan yang tak kita kenal yang terkadang kita kurang hargai!
Mengambil lirik lagu Pahlawan Mimpi Nidji
“Jadilah engkau Pahlawan Cinta yang mewujudkan cinta di dunia”
“Jadilah engkau Pahlawan Mimpi yang mewujudkan mimpi yang tertunda….”
Ya mulailah dari diri kita untuk menjadi pahlawan! Tak apa! Untuk diri sendiri!
Ayo kita kampanyekan “jadilah pahlawan bagi orang disekitar kita bukan hanya saat ini karena kebetulan hari pahlawan”.
Friday, October 30, 2009
PROFIL KITA
WR. SOEPRATMAN
WR. Supratman lahir tanggal 9 Maret 1903 beliau pengarang lagu "Indonesia Raya" dan pahlawan nasional. Saudara Soepratman berjumlah enam, lima laki-laki dan satu perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudianmelanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang.
Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi.
Sepulang dari Bandung, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.
Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kodisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.
Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan. ( Iin )
*Sumber : Wikipedia
PERNYATAAN SIKAP TERHADAP REPRESIFITAS APARAT KEPOLISIAN
PERNYATAAN SIKAP
REPRESIFITAS APARAT KEAMANAN DALAM AKSI IMM MALANG MENENTANG KENAIKAN GAJI MENTERI DAN PEJABAT NEGARA MERUPAKAN ANCAMAN BAGI DEMOKRATISASI DI INDONESIA
Tanggal 20 Oktober lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2009-2014. Pelantikan tersebut menandai kali kedua SBY berkuasa di Indonesia . Pelantikan tersebut diwarnai dengan berbagai aksi dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di berbagai daerah. Penyikapan terhadap aksi-aksi menentang pelantikan SBY-Boediono bermacam-macam. Di Solo, misalnya, terjadi penangkapan massa-aksi mahasiswa tanpa prosedur yang jelas. Ironisnya, penangkapan tersebut terjadi ketika kawan-kawan belum menggelar aksi. Konkretnya, aparat keamanan menangkap hanya berdasar asumsi bahwa mahasiswa akan melakukan aksi. Selanjutnya aparat keamanan mengalami kesusahan dalam delik yang akan disangkakan.
Ironisnya, pada awal-awal kekuasaan SBY untuk kali kedua ini, represifitas aparat keamanan dalam menyikapi aksi unjuk rasa kian keras. Hal ini semakin menguatkan fakta bahwa rezim SBY merupakan rezim super body. Kekuasaan yang dibangun berdasarkan hegemoni dengan tidak adanya mekanisme check and balances (oleh rakyat) akan mengerucut pada rezim diktator. Lebih dalam, setelah 11 tahun reformasi yang tejadi sekarang adalah rekonsolidasi kaum Soehartonis dalam panggung politik nasional. Atau dengan kata lain, lahirlah rezim neo-orde baru. Rezim SBY selain identik dengan rezim “keruk cepat, jual murah”, juga dikenal dengan rezim yang anti-kritik.
Penggunaan pendekatan kekerasan pada aksi unjuk rasa merupakan preseden buruk bagi demokratisasi di Indonesia . Selain melanggar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 tentang kebebasan mengemukakan pendapat, represifitas tersebut merupakan tanda dari bangkitnya kekuatan otoritarinisme. Hal inilah yang harus diwaspadai oleh segenap elemen Bangsa Indonesia .
Peristiwa pembubaran aksi kawan-kawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang dalam menentang kenaikan gaji menteri dan pejabat negara merupakan bukti-konkret tumbuhnya rezim neo-orde baru di Indonesia. Kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap kawan-kawan IMM Malang sangat disayangkan. Represifitas tertanggal 28 Oktober 2009, atau bertepatan dengan peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, patut mendapatkan porsi perhatian yang besar dari segenap elemen Bangsa Indonesia.
Dan dengan ini, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah periode 2008-2010 menyatakan:
1. Mengutuk keras represifitas aparat keamanan terhadap aksi IMM Malang menentang kenaikan gaji menteri dan pejabat negara,
2. Mendesak agar pelaku kekerasan dapat diproses secara hukum,
3. Mendesak kepada pihak Kepolisian agar menghentikan pendekatan kekerasan dalam menyikapi aksi-aksi unjuk rasa,
4. Menghimbau kepada seluruh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-Jawa Tengah untuk melakukan aksi solidaritas,
Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan banyak terimakasih.
Semarang, 21 Oktober 2009
|
| |
Tuesday, October 6, 2009
PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru)
Di UMS sendiri PLPG dilaksanakan dan bertempat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Tuesday, September 15, 2009
Tuesday, September 8, 2009
Agenda IMM KOM FKIP UMS
1. Baksos
Dilaksanakan di dusun Boto desa Tawengan Sambi Kabupaten Boyolali
Dilaksanakan pada hari sabtu 5 september 20009
Kegiatan dalam baksos
2. KASASI ( Kajian Organisasi )
Dilaksanakan Selasa, 27 Oktober 2009
3. KANTIN (Kajian Rutin)
Kajian Pendidikan "Analisis Mahasiswa dalam Problematika Pendidikan"
4. Diskusi Terbuka
Bedah Buku "Saya Berbelanja Maka Saya Ada"
5. HPT ( Himpunan Putusan Tarjih )
6. Sekolah Kader
Dengan Tema :
- Makna Islam
- Kandungan Islam
- Sejarah Berdirinya Muhammadiyah
- Sejarah Berdirinya IMM
Diskusi dengan tema :
- Kenapa harus ada bidang IMMawati?
- Makna Kebenaran
Agenda Terdekat
- Tadabbur Alam ( Akhir November )
- Bedah buku "Menggugat Pendidikan"
- HPT (Himpunan Putusan Tarjih)
- Kajian Bidang ( Sosmi )
Wednesday, July 22, 2009
Info Masa Ta'aruf (Masta)
Pendaftaran dibuka sampai tanggal 8 Agustus 2009 di Gedung B Lantai 2 FKIP UMS jam 14.00 WIB.
Pembekalan Gelombang I tanggal 8 Agustus 2009 jam 15.30 WIB.
Syarat pembekalan:
1. Pakaian bebas tetapi sopan.
wanita : - Pakaian longgar
- Memakai jilbab
- Diusahakan memakai Rok
- Bukan pakaian adik
Laki-laki : - Menggunakan celana panjang, diusahakan bukan jeans
- Memakai baju atau kaos berkerah
2. Membawa alat tulis
3. Membawa kartu pendaftaran untuk pembagian kelas
4. On time ya!!
Pelaksanaan MASTA
Gelombang I : 10-11 Agustus 2009
Gelombang II : 13-14 Agustus 2009
Syarat :
1. Pakaian
wanita : a. Menggunakan Rok Hitam panjang tidak transparan
b. Menggunakan kemeja putih panjang tidak bermotif, longgar dan bukan pakaian adik.
c. Menggunakan ikat pinggang
d. Memakai sepatu pantofel warna hitam
e. kaos kaki putih
f. Jilbab putih tidak transparan
Laki-laki : a.Menggunakan celana Hitam panjang bukan jeans
b. Menggunakan kemeja putih panjang tidak bermotif, longgar dan bukan pakaian adik.
c. Menggunakan ikat pinggang
d. Memakai sepatu pantofel warna hitam
e. kaos kaki putih
2. Perlengkapan
a. membawa alat tulis
b. Kartu pendaftaran
3. Waktu
dimulai jam 06.00 WIB so dari rumah atau kost sarapan dulu ya!! coZ ada upacara pembukaannya nanti.
Oke Kawan2 mahasiswa . . selamat datang di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS,
Monday, June 1, 2009
Agenda IMM komisariat FKIP UMS
2.Kajian Fiqh setiap jumat jam 15.30 – selesai di Hall C
3.LKMO, Sabtu-Minggu (9-10/5) di Gemolong Sragen
4.Kajian Follow Up DAD
5.Mimbar bebas setiap hari seusai sholat Dzuhur
Profil Kita
adalah seorang tokoh pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.
Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tulisan Ki Hajar yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli : Als ik eens Nederlander was) yang pernah dimuat dalam surat kabar de Expres milik Douwes Dekker tahun 1913. Artikel tersebut ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Indonesia.
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada 26 April 1959 dan dimakamkan di Wijayabrata, Yogyakarta. Tanggal lahirnya, (2 Mei) dijadikan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia dan menjadi Bapak Pendidikan Indonesia. Nama Ki Hajar juga diabadikan sebagai nama kapal perang Indonesia "KRI Ki Hajar Dewantara". Selain itu, perguruan Taman Siswa yang ia dirikan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah "tut wuri handayani". Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan) ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan),. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan kita.
Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi
By : Abie ‘07
resensi buku
Penulis: Ign. Gatut Saksono
Penerbit : Rumah Belajar Yabinkas, ceetakan I, Oktober 2008
Tebal : X +153 halaman
PENDIDIKAN telah bergeser dari cita-cita semula yang telah yang diamanatkan oleh konstitusi untuk mencerdaskan bangsa. Ia semata-mata untuk menyiapkan siswa untuk terjun ke dalam “pasar”. Itu pun sulit dicapai, pendidikan gagal menjadikan anak yang handal, manpu bersaing masuk pasar bebas.
Mau dikemanakah anak didik kita?
Buku ini hadir dengan menyumbangkan wacana dari para ahli dan pemikir pendidikan seperti Ivan Illich, Paulo Freire, Ki hadjar Dewantara, Mangunwijaya, Ahmad Dahlan, dll. Kami berharap kehadiran buk ini kan disambut oleh para pelaku dan peduli pendidikan di tanah air.
Dengan melihat kondisi pendidikan yang carut-marut, buku ini merupakan salah satu ungkapan kegelisahan yang merupakan wujud rasa kepedulian terhadap kondisi pendidikan Indonesia. Buku ini di kemas kreatif dan menawan dengan berbagai gambaran tentang pendidikan MERDEKA yang ditawarkan oleh pemikir-pemikir pendidikan yang tidak diragukan lagi eksistensinya. Ruh buku ini juga terasa dengan design cover yang yang mampu memperlihatkan kesesuaian dengan isinya. Bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa yang masih kental dengan kehidupan kita sehari-hari dan dengan diksi yang cocok. Selain itu juga di terbitkan dengan tahun yang tidak terlalu lama sehingga relevansinya tidak perlu di pertanyakan.
By : Arbie
zona campuss
Mahasiswa PGSD kelas F angkatan 2008 tidak mendapatkan ruang ujian. Hal ini terjadi Rabu (22/4) dan Jum’at (24/4). Mereka harus mencari ruangan lain dan itu menyita waktu ujian mereka. “Kelas F mengalami dua kali ganti kartu ujian dan dua kali tidak dapat ruangan, konsentrasi saya buyar dan capek mencari ruangan” kata seorang mahasiswa kelas F yang tidak mau disebutkan namanya.
Popo Fauzan selaku pimpina BAA ditemui reporter akademia di kantornya Selasa (28/4), mengatakan bahwa kekacauan ini karena pihak BAA terjadi miss communication dengan kaprodi masing-masing jurusan. “Saya menyadari kekacauan ini, pembuatan kartu ujian yang berkaitan dengan KRS, juga data dari kaprodi masing-masing jurusan yang tidak akurat tentang pembagian kelas” ungkapnya. Menurutnya PGSD adalah program studi baru yang manajemennya belum tertata sempurna, pihak BAA mengalami kewalahan menangani PGSD dengan jumlah mahasiswa banyak sementara ruangan tidak ada. Popo berharap tidak terjadi penambahan jumlah mahasiswa pada angkatan berikutnya dan BAA berjanji kejadian tidak mendapat ruang ujian tidak akan terjadi lagi. Ketika ditanya perihal semakin mahalnya biaya operasional PGSD tahun ajaran baru, ia mengatakan kalau itu permintaan pasar (banyak peminatnya. Red) sehingga dinaikkan. (Dwi Mus&si)
